Langsung ke konten utama

PUISI TENTANG NELSON MANDELA - KONVERSI TEKS BIOGRAFI KEDALAM BENTUK PUISI ATAU ODE

Pahlawan Yang Pemaaf
Oleh : Yuda

Nelson Mandela,
Suatu kemegahan kerajaan,
Masa kecil yang damai,
Menghabiskan waktu dengan menggembala.

Berkorban bagi mayoritas kulitnya,
Menyaksikan kenistaan apartheid,
Dengan teguh melawan segala penghalang,
Meninggalkan kehidupan yang damai.

Berabad-abad dalam kekangan,
Tanpa harapan untuk revolusi,
Dijinakkan dalam kepatuhan,
Ditengah perang antar ras yang menghebohkan.

Berjuang tanpa kekerasan,
Dengan rela menjadi pengkhianat,
Menghantam seluruh oposisi,
Menjadi pimpinan kulit hitam.

Dua dekade di universitas pulau,
Sebagai simbol perlawanan apartheid,
Menjadi sorotan pemimpin dunia,
Dengan gagah mengalahkan apartheid.

Pemimpin Afrika Selatan,
Yang melewati masa sulit,
Menghilangkan mental apartheid,
Menyatukan dua warna kulit berbeda.

Meninggalkan dunia diusia seabad,
Dilayat jutaan manusia,
Menjadi pahlawan anti apartheid,
Pahlawan dengan sifat pemaaf.

Komentar

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - Trip.com
    Book Borgata Hotel Casino & Spa & Save BIG on 영주 출장마사지 Your 당진 출장마사지 Next Stay! Compare Reviews, Photos, & 아산 출장마사지 Availability w/ Travelocity. Start Saving Today! Rating: 동해 출장안마 3.9 · 부천 출장샵 ‎9 reviews

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUSIK KONTEMPORER (KONSEP, SEJARAH, TOKOH, CIRI-CIRI, FUNGSI DAN ALAT)

  Musik kontemporer adalah istilah dalam bahasa Indonesia untuk bidang kegiatan kreatif yang dalam konteks berbahasa Inggris paling sering disebut musik baru, musik kontemporer, atau, lebih tepatnya, musik seni kontemporer. Ini menjadi istilah yang paling digemari di tahun1990-an. Tetapi kesepakatan dalam penggunaan istilah ini membangkitkan pertanyaan tentang apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk dalam musik kontemporer. Ini menjadi sebuah inti dari perdebatan hangat dikalangan musisi dan pemikir yang biasanya mempunyai persepsi yang berbeda.

CERPEN TEMA SEJARAH: EKSPEDISI TAK TERDUGA

EKSPEDISI TAK TERDUGA Oleh : Yuda Fajar mulai terbit di ufuk timur. Aku bangun dengan kondisi yang bugar. Perlahan aku bangun dari baring dan duduk ditepi kasur. Aku memandangi kalender yang tertempel pada dinding didepanku. Seketika aku tersentak. “ Yeay ! Hari ini ekspedisi!” sorakku dan langsung menuju kamar mandi. Hari ini aku dan beberapa teman sekelasku akan melakukan ekspedisi ke Taman Nasional Kayang Mentarang yang terletak tidak terlalu jauh dari kota kami. Kami akan menyisir seluruh wilayah taman nasional itu dan mempelajari lebih banyak tentang bunga bangkai dan spesies langka yang berada disana. Selang beberapa jam, aku sudah siap dengan baju dan tas yang sudah tersandang dipunggung. Aku pamitan kepada orangtuaku dan menaiki motor menuju lokasi berkumpul. Kami berjanji akan berkumpul dipintu masuk taman.